RADARTASIKMALAYA.TV— Meski IHSG ditutup melemah ke level 5.896,1 pada perdagangan Jumat (26/6/2026), investor asing masih membukukan aksi beli bersih pada sejumlah saham unggulan.
BBCA menjadi incaran utama dengan nilai net buy mencapai hampir Rp430 miliar.
Pergerakan investor asing pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (26/6/2026) menunjukkan pola yang menarik.
Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi sasaran akumulasi dana asing.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai transaksi beli bersih (net buy) mencapai Rp429,7 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang mencatatkan net buy sebesar Rp95,5 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai Rp75,1 miliar.
Selain ketiga saham tersebut, investor asing juga melakukan akumulasi pada sejumlah emiten dari sektor pertambangan, konsumsi, energi, hingga perbankan.
Berikut daftar 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan Jumat (26/6/2026):
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp429,7 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp95,5 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp75,1 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp39 miliar
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp32,4 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): Rp24,8 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp20 miliar
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Rp19,1 miliar
PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp18,6 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN): Rp13,6 miliar
Meski sejumlah saham unggulan masih diborong investor asing, secara keseluruhan pelaku pasar global tetap membukukan transaksi jual bersih (net sell). Sepanjang perdagangan Jumat, nilai net sell asing di seluruh pasar tercatat mencapai Rp537,2 miliar.
Rinciannya, transaksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp302,2 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat sebesar Rp235 miliar.
Kondisi tersebut mencerminkan bahwa aksi akumulasi pada beberapa saham pilihan belum mampu mengimbangi arus keluar dana asing dari pasar secara keseluruhan.
Tekanan jual yang masih mendominasi turut membayangi pergerakan IHSG.
Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), indeks terkoreksi 102,9 poin atau 1,72 persen sehingga berakhir di level 5.896,1.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp12,6 triliun.
Sebanyak 130 saham ditutup menguat, sementara 590 saham melemah dan 239 saham bergerak stagnan. Adapun volume perdagangan mencapai 18,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,51 juta kali.
Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar saham domestik masih cukup kuat.
Namun demikian, aksi beli investor asing pada sejumlah saham berfundamental besar mengindikasikan bahwa minat terhadap emiten-emiten unggulan tetap terjaga meski volatilitas pasar masih tinggi.






