IPO RANS Entertainment Segera Meluncur di BEI, Bidik Dana Hingga Rp429 Miliar untuk Cipungland hingga Bisnis AI

RADARTASIKMALAYA.TV— Emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina siapkan ekspansi bisnis melalui IPO, meski kinerja 2025 mengalami penurunan.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan hiburan yang didirikan oleh pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bersiap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke berbagai sektor baru.

Dalam prospektus awal yang diterbitkan perseroan, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana.

Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran (bookbuilding) sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham.

Dengan rentang harga tersebut, emiten berkode saham RANS berpotensi menghimpun dana maksimal sekitar Rp429,25 miliar. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp10 per lembar.

Untuk mendukung pelaksanaan IPO, perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Dana IPO RANS Dialokasikan untuk Pelunasan Utang hingga Pengembangan Cipungland

RANS telah menyiapkan sejumlah agenda strategis dalam penggunaan dana hasil penawaran saham perdana.

Sekitar 6,98 persen dana yang diperoleh akan digunakan untuk mempercepat pelunasan seluruh pokok pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Selain memperkuat struktur keuangan, sekitar 18,64 persen dana IPO akan diarahkan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi bertajuk “Cipungland”, yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis keluarga Raffi Ahmad.

Perseroan juga mengalokasikan sekitar 37,61 persen dana hasil IPO untuk mendukung penyelenggaraan konser musik yang menghadirkan musisi nasional maupun internasional di sejumlah kota besar di Indonesia.

Di sektor teknologi, RANS berencana mengalokasikan sekitar 8,15 persen dana guna membentuk entitas usaha baru bersama PT Global Teknologi.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara itu, sekitar 19,80 persen dana IPO akan dimanfaatkan untuk memperluas portofolio usaha melalui akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina.

Adapun sisa dana akan disalurkan kepada entitas anak, RNS, untuk mendukung pengembangan bisnis utama dan memperluas jaringan usaha perseroan.

Laba Bersih RANS Turun Lebih dari 41 Persen pada 2025

Di tengah rencana ekspansi yang agresif, kinerja keuangan RANS pada 2025 tercatat mengalami tekanan.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada perseroan dan entitas anak tercatat sebesar Rp56,69 miliar, turun 41,60 persen dibandingkan Rp97,07 miliar pada 2024.

Perseroan menjelaskan bahwa penurunan tersebut tidak terlepas dari adanya keuntungan pelepasan entitas anak senilai Rp44,94 miliar pada 2024 yang bersifat non-recurring atau tidak berulang.

Dengan tidak adanya keuntungan serupa pada 2025, laba bersih perusahaan pun mengalami koreksi.

Dari sisi pendapatan, RANS membukukan omzet sebesar Rp353,38 miliar pada 2025, turun 13,91 persen dibandingkan Rp410,50 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan terutama dipengaruhi oleh melemahnya segmen duta merek dan talent management.

Kontribusi dari lini bisnis tersebut tercatat menyusut 51,55 persen menjadi Rp51,93 miliar, dibandingkan Rp107,18 miliar pada 2024.

Tidak hanya itu, segmen penjualan produk makanan, minuman, serta produk kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga mengalami perlambatan.

Pendapatan dari lini usaha tersebut tercatat sebesar Rp107,01 miliar pada 2025, turun 12,69 persen dari Rp122,56 miliar pada tahun sebelumnya.

Jadwal IPO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS)

Berikut agenda pelaksanaan penawaran umum perdana saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk:

Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 23–25 Juni 2026

Perkiraan Tanggal Efektif dari OJK: 30 Juni 2026

Perkiraan Masa Penawaran Umum: 2–8 Juli 2026

Perkiraan Tanggal Penjatahan: 8 Juli 2026

Perkiraan Distribusi Saham Secara Elektronik: 9 Juli 2026

Perkiraan Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 10 Juli 2026

RANS Bidik Transformasi dari Perusahaan Hiburan Menjadi Ekosistem Bisnis Terintegrasi

Melalui aksi korporasi ini, RANS tidak hanya berupaya memperkuat bisnis hiburan yang selama ini menjadi fondasi utama perusahaan, tetapi juga mulai merambah sektor rekreasi, teknologi berbasis AI, industri kosmetik, hingga penyelenggaraan konser berskala nasional.

Strategi tersebut menunjukkan ambisi perseroan untuk bertransformasi menjadi ekosistem bisnis terintegrasi yang memiliki sumber pendapatan lebih beragam di tengah dinamika industri hiburan dan ekonomi digital Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *