RADARTASIKMALAYA.TV— Perjalanan remontanda Persib Bandung luar biasa hingga 3 comeback dramatis hingga juara. Berkali-kali tertinggal lebih dulu, Maung Bandung justru menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan melalui comeback dramatis yang menjadi salah satu kunci kesuksesan musim ini.
Gelar juara Super League 2025/2026 yang berhasil diraih Persib Bandung lahir melalui perjalanan yang penuh tantangan.
Kesuksesan tersebut bukan diperoleh secara instan, melainkan dibangun lewat kerja keras, konsistensi, serta mental juara yang terus teruji sepanjang kompetisi.
Di balik keberhasilan mencatatkan sejarah sebagai kampiun, terdapat banyak kisah tentang ketangguhan skuad Maung Bandung saat menghadapi berbagai tekanan.
Salah satu kekuatan terbesar Persib Bandung sepanjang musim adalah kemampuannya bangkit dari situasi sulit, mulai dari tertinggal lebih dahulu, kehilangan momentum pertandingan, hingga menghadapi tekanan besar dari lawan maupun atmosfer stadion.
Sepanjang musim, Persib Bandung berulang kali memperlihatkan keyakinan bahwa pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan.
Mentalitas pantang menyerah itulah yang membuat tim asuhan Pangeran Biru mampu menciptakan sejumlah remontada spektakuler yang kemudian menjadi fondasi penting dalam perjalanan menuju gelar juara.
Salah satu comeback paling berkesan terjadi saat Persib bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada 22 September 2025 untuk menghadapi Arema FC.
Tim tuan rumah lebih dahulu unggul melalui gol Matheus Nascimento pada menit ke-12 setelah mampu memanfaatkan tekanan yang diberikan sejak awal laga.
Memasuki jeda pertandingan, tim pelatih melakukan sejumlah evaluasi dan perubahan strategi.
Keputusan tersebut membuahkan hasil positif pada babak kedua. Uilliam Barros Pereira berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59 sebelum Federico Barba memastikan kemenangan dramatis lewat gol pada masa injury time menit ke-90+3.
Semangat pantang menyerah kembali terlihat ketika Persib Bandung menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 5 Desember 2025.
Saat pertandingan baru berjalan 18 menit, Joel Vinicius membawa tim tamu unggul lebih dahulu sehingga Maung Bandung harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Respons Persib Bandung berlangsung impresif. Ramon “Tanque” de Andrade Souza menyamakan skor pada menit ke-40 dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Setelah itu, Federico Barba membalikkan keadaan melalui gol pada menit ke-50 sebelum Saddil Ramdani mengunci kemenangan 3-1 lewat gol di menit ke-90+6.
Comeback dramatis lainnya tersaji dalam laga bergengsi menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, pada 10 Mei 2026.
Persib Bandung kembali harus tertinggal lebih dulu setelah Alaaeddine Ajaraie mencetak gol bagi lawan pada menit ke-19.
Namun, situasi tersebut tidak menggoyahkan mental para pemain Maung Bandung.
Adam Alis tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-28 dan ke-37.
Brace tersebut memastikan Persib Bandung membalikkan keadaan sekaligus mengamankan kemenangan 2-1 dalam salah satu pertandingan paling emosional sepanjang musim.
Rangkaian kemenangan melalui comeback tersebut menjadi bukti bahwa karakter juara tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh semangat kolektif dan keyakinan untuk terus berjuang hingga detik terakhir pertandingan.
Mentalitas inilah yang akhirnya membawa Persib Bandung berdiri di puncak Super League 2025/2026 sebagai kampiun yang layak dikenang.
Momen-momen penuh perjuangan tersebut masih dapat disaksikan kembali melalui tayangan di kanal YouTube Persib, yang menghadirkan berbagai laga penuh drama dalam perjalanan Maung Bandung menuju tangga juara.






