RADARTASIKMALAYA.TV— PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menyiapkan strategi pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau IPO PRDL untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.
Emiten sektor kesehatan yang berada di bawah naungan Grup Prodia tersebut menawarkan sebanyak 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dalam masa penawaran awal (book building) yang berlangsung pada 18-23 Juni 2026, Perseroan mematok kisaran harga Rp100-Rp120 per saham.
Dengan rentang harga tersebut, PRDL berpotensi menghimpun dana segar hingga sekitar Rp62,7 miliar.
Dana yang diperoleh nantinya akan difokuskan untuk memperbaiki struktur keuangan, meningkatkan kapasitas operasional, serta mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan.
Prioritaskan Pelunasan Utang Perbankan
Berdasarkan prospektus awal, sebagian besar dana hasil IPO PRDL akan digunakan untuk mengurangi beban pinjaman perbankan.
Perseroan mengalokasikan sekitar Rp35,67 miliar atau lebih dari separuh dana yang diperoleh untuk melunasi pokok fasilitas kredit yang dimiliki di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank).
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat kondisi keuangan dan menciptakan fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
Pinjaman tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional maupun investasi perusahaan.
Dengan beban utang yang lebih rendah, PRDL diharapkan memiliki ruang yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pengembangan usaha.
Belanja Modal untuk Tingkatkan Kapasitas Produksi
Selain memperkuat struktur permodalan, sekitar 28,92 persen dana IPO PRDL akan dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex).
Investasi tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari pembelian mesin produksi, pengadaan peralatan kalibrasi, penambahan armada operasional, hingga pengembangan sistem perangkat lunak (software).
Perseroan juga akan melakukan relayout area produksi dan menambah Air Handling Unit (AHU) untuk Laboratorium Biomolekuler.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional seiring bertumbuhnya kebutuhan layanan diagnostik di Indonesia.
Sebagian Dana Disiapkan untuk Modal Kerja
PRDL turut mengalokasikan sekitar 8,51 persen dana hasil IPO untuk mendukung kebutuhan modal kerja.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pengembangan produk baru, kegiatan pemasaran dan penjualan, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Melalui alokasi tersebut, perusahaan berharap dapat menjaga kelancaran aktivitas bisnis sekaligus memperkuat daya saing di industri alat kesehatan diagnostik yang terus berkembang.
Produsen Alat Diagnostik Milik Grup Prodia
PT Prodia Diagnostic Line Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang In Vitro Diagnostics (IVD), yakni alat kesehatan yang digunakan untuk kebutuhan pemeriksaan dan diagnostik laboratorium.
Didirikan pada 2010, Perseroan memproduksi dan merakit berbagai produk yang mencakup segmen kimia klinik, hematologi, imunologi dan biomolekular, serta instrumen diagnostik.
Saat ini PRDL memiliki sekitar 1.083 stock keeping unit (SKU) aktif dan melayani lebih dari 7.600 pengguna akhir dari sektor pemerintah maupun swasta.
Jaringan distribusi perusahaan juga telah menjangkau 370 kabupaten dan kota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Jadwal IPO PRDL
Berdasarkan prospektus awal, berikut tahapan IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk:
Keterangan Jadwal
Masa Book Building 18-23 Juni 2026
Kisaran Harga Saham Rp100-Rp120 per saham
Perkiraan Tanggal Efektif 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum 1-7 Juli 2026
Penjatahan Saham 7 Juli 2026
Distribusi Saham Elektronik 8 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI 9 Juli 2026
Kode Saham PRDL
Dalam proses IPO tersebut, Perseroan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Prospek Bisnis Masih Menjanjikan
Seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan diagnostik di Indonesia, prospek industri alat kesehatan dinilai masih terbuka lebar.
Dukungan Grup Prodia sebagai salah satu pemain besar di sektor laboratorium kesehatan menjadi modal penting bagi PRDL untuk memperluas pangsa pasar.
Fokus penggunaan dana IPO yang diarahkan pada pelunasan utang, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan modal kerja mencerminkan upaya Perseroan membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat setelah resmi menjadi perusahaan terbuka.
Dengan struktur keuangan yang lebih kuat dan investasi pada pengembangan operasional, PRDL berpeluang memanfaatkan pertumbuhan industri diagnostik nasional yang terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.












