RADARTASIKMALAYA.TV— SBY Art Community menghadirkan pameran seni bertajuk Art for Peace and a Better Future: Collaboration di Jakarta.
Pameran ini mempertemukan 21 pelukis dari Indonesia dan mancanegara untuk menyuarakan pesan perdamaian, kemanusiaan, kelestarian lingkungan, serta harapan terhadap masa depan yang lebih baik melalui karya seni.
Pameran tersebut digagas SBY Art Community bersama Kornfeld Galerie Berlin.
Kehadiran para seniman dari berbagai latar belakang menjadi bagian dari upaya memperluas ruang dialog melalui seni sekaligus mempererat hubungan antara komunitas seni Indonesia dan dunia internasional.
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menghadiri pembukaan pameran mewakili SBY.
SBY tidak dapat hadir secara langsung karena masih berada di Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
AHY menyampaikan bahwa pameran tersebut lahir dari semangat menghadirkan pesan perdamaian melalui karya seni.
Kolaborasi SBY Art Community dengan para pelukis Indonesia dan internasional dinilai menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan terhadap kondisi dunia saat ini.
“Malam hari ini berbahagia kita bisa hadir di acara eksibisi pameran lukisan yang digagas oleh SBY Art Community. Ini sebuah pameran yang mengangkat tema Art for Peace and a Better Future dengan semangat collaboration,” ujar AHY dikutip dari disway.id.
Seni Menjadi Medium Pesan Perdamaian
Pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration tidak sekadar menyuguhkan karya visual.
Di balik setiap lukisan, terdapat pesan mengenai kemanusiaan dan situasi dunia yang masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari konflik hingga ketegangan geopolitik.
AHY menilai seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan tersebut secara lebih luas kepada masyarakat.
Melalui karya para pelukis, pameran ini mengajak publik melihat pentingnya membangun dunia yang lebih damai dan berkelanjutan.
Menurut AHY, pesan yang dibawa SBY Art Community juga mencakup kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Seni diharapkan tidak berhenti sebagai ekspresi estetika, tetapi dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran bersama mengenai masa depan dunia.
Lukisan Kolaborasi 21 Pelukis Soroti Tatanan Dunia
Salah satu karya yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut merupakan lukisan berukuran besar hasil kolaborasi 21 pelukis, termasuk SBY.
Karya tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya mempertahankan hukum dan tatanan dunia di tengah persaingan antarnegara.
Pesan itu berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kecenderungan negara-negara kuat mengabaikan aturan internasional demi kepentingannya masing-masing.
AHY mengaitkan pesan dalam karya tersebut dengan gagasan bahwa pihak yang kuat kerap memiliki posisi untuk menentukan keadaan, sementara pihak yang lemah menjadi kelompok yang paling terdampak.
Kondisi semacam itu dinilai berpotensi membahayakan stabilitas dan perdamaian global.
Karena itu, para seniman melalui karya-karya yang ditampilkan berupaya mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
Pesan tersebut sekaligus diarahkan untuk memastikan generasi mendatang dapat menikmati kehidupan yang lebih aman dan harmonis.
Seniman Berlin Turut Ambil Bagian
Kolaborasi dalam pameran ini tidak hanya melibatkan seniman Indonesia.
Pelukis Christopher Lempul dari Berlin, Jerman, turut ambil bagian dengan memamerkan karya-karyanya.
Kehadiran Lempul memperkuat semangat pertukaran budaya yang menjadi salah satu unsur penting dalam pameran.
Kolaborasi antara pelukis Indonesia dan seniman internasional dinilai dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas sekaligus memperkenalkan karya seni Indonesia kepada jejaring seni global.
AHY melihat keterlibatan seniman dari Jerman tersebut sebagai contoh konkret kerja sama lintas negara melalui bidang seni dan kebudayaan.
Kementerian Ekonomi Kreatif Beri Apresiasi
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut memberikan apresiasi terhadap SBY Art Community dan seluruh pelukis yang terlibat.
Menurut Teuku Riefky, para seniman memiliki cara tersendiri untuk merespons dinamika global.
Kondisi dunia yang penuh tantangan kemudian diterjemahkan ke dalam karya-karya yang dapat dinikmati sekaligus direnungkan oleh masyarakat.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga turut mendukung rangkaian kegiatan dalam pameran tersebut melalui sejumlah agenda, di antaranya workshop, talk show, serta artist talk bersama Christopher Lempul.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan seniman Indonesia dengan pelukis internasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perkembangan dunia seni.
Pramono Anung Dorong Ruang Berkarya bagi Seniman
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga hadir dalam pembukaan pameran SBY Art Community 2026.
Ia menyampaikan bahwa pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration merupakan hasil kerja sama SBY Art Community dengan Kornfeld Galerie Berlin.
Sebagai penikmat seni lukis, Pramono berharap semakin banyak ruang yang tersedia bagi para seniman untuk mengembangkan karya, bertemu dengan sesama seniman, dan membangun kolaborasi.
Menurutnya, keberadaan ruang seni yang terbuka tidak hanya memberikan kesempatan bagi seniman untuk berkarya, tetapi juga memungkinkan masyarakat mendapatkan inspirasi dari gagasan yang dituangkan melalui karya-karya tersebut.
Pameran SBY Art Community akhirnya menjadi lebih dari sekadar perhelatan seni.
Pertemuan 21 pelukis Indonesia dan internasional tersebut memperlihatkan bagaimana karya visual dapat menjadi medium lintas batas untuk menyuarakan perdamaian, kemanusiaan, kepedulian lingkungan, dan harapan bagi masa depan dunia.






