RADARTASIKMALAYA.TV— Witan Sulaeman dan Rayhan Hannan, dua pemain Persija Jakarta menyambut optimistis kedatangan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala.
Pengalaman bekerja sama dengan juru taktik asal Korea Selatan itu diyakini menjadi modal penting menyongsong musim baru.
Persija Jakarta resmi memasuki babak baru dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut membawa harapan baru bagi Macan Kemayoran yang ingin kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.
BACA JUGA: Jagoan Baru Persib Gabriel Mutombo Sosok Pengganti Federico Barba, Punya Pengalaman Panjang di Eropa
Di dalam skuad Persija, sosok Shin Tae-yong bukanlah figur yang sepenuhnya asing.
Witan Sulaeman dan Rayhan Hannan menjadi dua pemain yang telah merasakan sentuhan kepelatihan mantan pelatih Timnas Indonesia itu sebelum kembali dipertemukan di level klub.
Bagi Witan, kerja sama dengan Shin Tae-yong telah terjalin cukup lama.
Pemain asal Palu itu pernah menjadi bagian dari berbagai kelompok usia Timnas Indonesia hingga tim senior di bawah arahan pelatih berusia 56 tahun tersebut.
“Tentunya saya antusias dengan hadirnya STY ini. Saya menantikan latihan perdana dan bisa sukses bersama Persija,” ujar Witan Sulaeman.
Pengalaman itu membuatnya memahami filosofi permainan, disiplin, serta tuntutan yang menjadi ciri khas Shin Tae-yong.
Witan Sulaeman menyambut antusias dimulainya era baru di Persija.
Ia berharap dapat segera menjalani latihan perdana bersama tim dan berkontribusi maksimal demi membawa Macan Kemayoran meraih hasil terbaik sepanjang musim.
Selain ingin mendapatkan peran yang lebih besar di dalam skuad, Witan menilai konsep pembangunan tim yang menggabungkan pemain senior dengan talenta muda merupakan langkah positif.
Menurutnya, perpaduan tersebut akan menciptakan keseimbangan dalam tim sekaligus memperkuat kedalaman skuad menghadapi padatnya kompetisi.
Sebagai salah satu pemain yang telah memiliki pengalaman di level nasional maupun internasional, Witan juga siap memberikan kontribusi lebih dalam membantu perkembangan para pemain muda yang menjadi bagian dari proyek Persija musim ini.
Sementara itu, kedatangan Shin Tae-yong menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi Rayhan Hannan.
Gelandang muda tersebut bersiap menjalani musim keempatnya bersama tim senior Persija dengan kembali beradaptasi bersama pelatih yang memiliki karakter berbeda.
Sejak dipromosikan ke tim utama pada musim 2023/2024, Hannan telah merasakan pengalaman bekerja di bawah sejumlah pelatih dengan pendekatan taktik yang beragam.
Ia mengawali karier profesionalnya bersama Thomas Doll, kemudian melanjutkan perjalanan bersama Carlos Pena dan Mauricio Souza, sebelum kini memasuki era kepemimpinan Shin Tae-yong.
Bagi Hannan, pergantian pelatih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika sepak bola profesional.
Ia memandang setiap perubahan sebagai kesempatan untuk memperkaya pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
Gelandang muda Persija itu menilai hal terpenting bagi seorang pemain adalah mampu beradaptasi dengan cepat terhadap filosofi dan instruksi pelatih.
Dengan sikap tersebut, ia optimistis dapat terus berkembang dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar yang diberikan oleh pelatih baru.
Kehadiran Shin Tae-yong diharapkan tidak hanya membawa perubahan dari sisi strategi permainan, tetapi juga mampu meningkatkan mentalitas kompetitif skuad Persija.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang dimiliki, Macan Kemayoran bertekad membangun fondasi yang lebih kuat untuk bersaing memperebutkan prestasi pada musim 2026/2027.












