RADARTASIKMALAYA.TV— Winger sekaligus bintang Persib Bandung memanfaatkan tayangan Piala Dunia 2026 untuk memperkaya wawasan taktik, sambil tetap menjaga kebugaran dan menikmati momen bersama keluarga di masa libur kompetisi.
Masa jeda kompetisi tak hanya dimanfaatkan Saddil Ramdani untuk beristirahat.
Winger Persib Bandung tersebut justru menjadikan gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai sarana memperluas wawasan sepak bola sekaligus mempelajari perkembangan taktik dari berbagai negara peserta.
Saddil Ramdani mengaku menikmati hampir seluruh pertandingan yang tersaji di turnamen empat tahunan tersebut.
BACA JUGA: Hatur Nuhun, Alfeandra Dewangga Tinggalkan Persib untuk Mencari Tantangan Baru pada Musim 2026-2027
Bukan sekadar menjadi penonton, pemain berusia 27 tahun itu menyaksikan sejumlah laga dengan tujuan mengambil pelajaran dari kualitas permainan yang diperagakan setiap tim.
Menurutnya, tim-tim yang berani mengambil inisiatif menyerang dan bermain kolektif menjadi daya tarik tersendiri.
Ia menaruh perhatian pada bagaimana negara-negara seperti Jerman, Argentina, dan Spanyol membangun serangan secara sistematis.
Pengamatan itu dianggapnya sebagai tambahan wawasan yang dapat dipelajari lebih mendalam untuk menunjang performanya di lapangan.
“Soal Piala Dunia, saya sebenarnya menikmati semua pertandingan. Saya suka tim-tim yang bermain kolektif dan berani menyerang. Yang terpenting bagi saya adalah melihat pertandingan yang berkualitas dan bisa jadi pembelajaran juga buat pemain,” ujar Saddil Ramdani.
Saddil Ramdani menilai kualitas pertandingan di Piala Dunia selalu menghadirkan banyak pelajaran bagi para pemain.
Bagi dirinya, menyaksikan laga-laga berlevel tinggi bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang berharga.
Selain mengagumi tim-tim yang tampil ofensif, mantan pemain Sabah FC tersebut juga memperhatikan keragaman karakter permainan setiap negara.
Ia melihat ada tim yang lebih mengandalkan serangan balik, tetapi mampu memberikan perlawanan sengit bahkan merepotkan negara-negara unggulan.
Contohnya, Kongo yang mampu menahan imbang Portugal serta Tanjung Verde yang sempat membuat Spanyol kesulitan mengembangkan permainan.
Situasi itu, menurut Saddil, menunjukkan bahwa setiap tim memiliki identitas dan pendekatan berbeda yang dapat dipelajari, baik dari sisi taktik maupun mentalitas para pemain.
Di tengah libur panjang kompetisi, Saddil juga memanfaatkan waktunya untuk lebih dekat dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
Meski demikian, ia tidak mengesampingkan tanggung jawab sebagai pesepak bola profesional.
Pemain Timnas Indonesia itu tetap menjalani latihan ringan secara rutin demi menjaga kondisi fisik.
Ia memahami pentingnya menjaga kebugaran agar dapat kembali ke Persib Bandung dalam kondisi siap menghadapi agenda pramusim dan tidak harus memulai semuanya dari awal.
Keseimbangan antara waktu bersama keluarga, pemulihan fisik, serta memperkaya wawasan melalui tayangan Piala Dunia 2026 menjadi cara Saddil Ramdani menjaga kualitas dirinya selama jeda kompetisi.
Bagi sang winger, setiap pertandingan di panggung tertinggi sepak bola dunia selalu menyimpan pelajaran yang bisa dibawa ke level klub maupun tim nasional.






