Beppe Riso: Lazio Buat Frattesi Kembali Tersenyum

RADARTASIK.ID – Davide Frattesi menemukan kembali kebahagiaannya setelah meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Lazio.

Menurut agennya, Beppe Riso, sang gelandang sebelumnya terlihat “sedih dan kehilangan semangat” karena minim kesempatan bermain.

Riso mengungkapkan hal tersebut saat menjadi tamu program YouTube Colpi da Maestro yang dipandu Marco Nosotti pada akhir Agustus.

“Transfer ke Lazio berawal dari fakta bahwa karena jarang bermain, dia sudah tidak bisa bertahan di Inter lagi,” ujar Riso.

Menurut Riso, Frattesi merupakan pemain dengan karakter kuat dan kecintaan besar terhadap sepak bola.

“Dia anak dengan hati yang luar biasa dan passion yang sangat besar. Saya tidak melihatnya bahagia. Saya melihatnya sedih dan kehilangan semangat,” katanya.

Upaya untuk mencarikan klub baru sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya. Namun, Inter ketika itu belum bersedia melepasnya.

Situasi berubah pada musim panas 2026. Frattesi akhirnya memilih Lazio meski mendapat tawaran dari klub lain.

“Dia membutuhkan perasaan bahwa dirinya kembali menjadi protagonis,” ujar Riso.

 

Frattesi Langsung Jadi Andalan Gattuso 

Keputusan tersebut sejauh ini memberikan dampak besar.

Sejak bergabung dengan Lazio pada Agustus 2026, Frattesi langsung mendapatkan peran penting di lini tengah.

Di bawah Gattuso, gelandang 27 tahun itu tampil dalam lima pertandingan, empat di antaranya sebagai starter, dengan total 387 menit bermain.

Frattesi juga telah mencetak tiga gol tanpa assist dan menjadi penentu dalam sejumlah pertandingan penting.

Ia mencetak gol tunggal saat Lazio mengalahkan Bologna 1-0 dan kembali menjadi pahlawan ketika menghadapi Genoa dengan skor yang sama.

Frattesi juga mencetak gol penting saat Lazio menang 2-1 atas Udinese.

Performa tersebut membuatnya sempat dinobatkan sebagai Man of the Match resmi Serie A.

Perubahan peran itu menjadi kontras dengan situasinya di Inter. Ketika kesempatan bermain terbatas, Frattesi kesulitan menunjukkan kemampuannya.

Di Lazio, kepercayaan lebih besar langsung dibalas dengan kontribusi nyata.

Bagi Riso, kepindahan Frattesi bukan sekadar persoalan transfer atau angka dalam kontrak.

Ia mengaku lebih senang melihat pemain yang diwakilinya kembali menikmati sepak bola.

“Saya menganggap Lotito seorang jenius, tetapi bekerja dengannya tidak pernah mudah. Sangat rumit,” ujar Riso, merujuk kepada Presiden Lazio Claudio Lotito.

Menurutnya, publik terlalu sering melihat transfer hanya dari sisi ekonomi.

“Semua orang membicarakan bagian ekonominya, tetapi untuk melihat salah satu pemain yang saya wakili dengan senyum seperti itu, saya bahkan rela membayarnya dari kantong sendiri,” kata Riso.

Kini Frattesi tidak lagi sekadar mencari menit bermain. Bersama Lazio, ia mendapatkan panggung, kepercayaan, dan tanggung jawab lebih besar.

Gattuso memberinya panggung, Frattesi membalasnya dengan gol. Yang paling penting bagi Riso, senyum sang gelandang akhirnya kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Riso juga diminta menyusun sepuluh transfer terbaik yang pernah ia lakukan.

Ketika nama Carlos Augusto disebut, sang agen langsung tersenyum.

“Saya menempatkannya di posisi ke-10 karena… mereka sudah tahu,” jawab Riso.

Namun, kisah Frattesi menjadi salah satu yang paling menarik. Pemain yang sempat kehilangan semangat di Inter kini justru tampil sebagai salah satu senjata Lazio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *